Prolog
Sungguh tak banyak insan pendidikan di Indonesia (termasuk para pakar pendidikan yang berasal dari ranah minang) yang memahami dengan utuh konsep pendidikan yang didesain oleh Engku M. Syafe’i (EMS) yang mendirikan perguruan Indonesische Nationale School (INS) yang kemudian berubah menjadi Institut Nasional Syafe’i di desa Palabihan Kayutanam SumateraBarat pada 31 Oktober 1926. Tentang apa dan bagaimana konsep EMS akan kuceritakan kemudian. Yang ingin kusampaikan melalui blog pribadiku ini adalah: Kecintaanku kepada konsep pendidikan EMS, membuat aku memutuskan menyusuri jalan darat dari Tangerang tempat aku tinggal ke INS Kayutanam di Sumatera Barat dengan sepeda motor!
“Ustadz, antum sudah tua, ingat-ingatlah umur”, demikian saran Rafi Arta kolegaku sesama guru yang mengajar di SMK 56 Jakarta. Saran yang sangat masuk akakl mengingat aku lahir pada tanggal 16 April 1954, dan ketika aku memutuskan berangkat ke INS kayutanam pada hari Minggu 21 Desember 2008, usiaku sudah 54 tahun 8 bulan!
Namun aku tetap berangkat, aku ingin melihat bagian lain pulau sumatera dari dekat. Aku yang lahir di Aceh Timur, belum pernah menjejakkan kaki di tanah-tahan yang ada di Lampung, Jambi, dan Sumsel sepuas yang aku mau.

Gerbang Institut Talenta Indonesia-INS Kayutanam, 27 Desember 2008, sesaat sebelum kembali ke Kota Tangerang